Jogjakarta ||Arema.News -Setelah lebih dari dua dekade vakum, organisasi mahasiswa asal Bengkulu Utara Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bengkulu Utara (IKPMBU) di Yogyakarta akhirnya kembali bangkit dan menunjukkan geliat baru. Momentum kebangkitan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi para mahasiswa perantauan, setelah selama 23 tahun organisasi tersebut nyaris tidak lagi terdengar aktivitasnya, secara resmi dilantik oleh Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara masa Bhakti 2026-2028.
Kembalinya organisasi mahasiswa itu disambut antusias berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Semangat baru yang tumbuh di kalangan mahasiswa dinilai menjadi sinyal positif lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi untuk daerah.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas bangkitnya kembali organisasi mahasiswa tersebut. Menurutnya, mahasiswa adalah aset penting daerah yang harus terus dirangkul dan diberi ruang untuk berkembang.
“Ini bukan sekadar menghidupkan organisasi, tetapi menghidupkan kembali semangat persatuan, intelektualitas, dan rasa cinta terhadap daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara tentu sangat mendukung kebangkitan organisasi mahasiswa ini. Saya berharap mahasiswa Bengkulu Utara di Yogyakarta mampu menjadi agen perubahan, menjaga nama baik daerah, dan kelak kembali membawa kontribusi nyata untuk pembangunan Bengkulu Utara,” ujar Arie Septia Adinata.
Bupati Arie juga menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Jangan sampai ada anak Bengkulu Utara yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah menyiapkan program kuliah gratis bagi siswa kurang mampu. Kami ingin seluruh generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” tegasnya.
Menurut Arie, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kemajuan daerah di masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Dr. Firdaus, S.Pd., M.Pd., menyebut kebangkitan organisasi mahasiswa tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Bengkulu Utara.
“Mahasiswa adalah wajah masa depan daerah. Ketika organisasi mahasiswa kembali aktif, itu artinya semangat belajar, kepemimpinan, dan kepedulian sosial juga kembali tumbuh. Kami berharap organisasi ini menjadi ruang diskusi, ruang kreativitas, dan ruang pengabdian bagi mahasiswa Bengkulu Utara yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta,” kata Dr. Firdaus.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dan sinergi bersama mahasiswa demi kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda Bengkulu Utara.
Di sisi lain, rasa haru juga disampaikan salah satu perwakilan mahasiswa Bengkulu Utara di Yogyakarta. Ia mengungkapkan bahwa selama 23 tahun organisasi tersebut vakum dan baru kembali hidup di era kepemimpinan Arie–Sumarno.
“Selama 23 tahun organisasi ini mati suri. Banyak mahasiswa Bengkulu Utara di Jogja yang bahkan tidak lagi mengenal wadah pemersatu mereka sendiri. Hari ini kami bersyukur, organisasi ini kembali hidup. Kami melihat ada perhatian dan dukungan nyata di masa kepemimpinan Bupati Arie Septia Adinata dan Wakil Bupati Sumarno. Ini menjadi semangat baru bagi kami mahasiswa rantau untuk kembali bersatu dan membangun jaringan kekeluargaan,” ungkapnya.
Kebangkitan organisasi mahasiswa Bengkulu Utara di Kota Pelajar itu kini menjadi simbol harapan baru. Bukan hanya tentang sebuah organisasi yang kembali aktif, tetapi juga tentang tumbuhnya optimisme generasi muda untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerah, meski dari tanah rantau. (M. Effendi)













