Bengkulu Utara || Arema.News – Sikap PT Bumi Anugerah Sawit (BAS) yang memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait hasil sidak DPRD Bengkulu Utara dan berbagai keluhan masyarakat memicu tanda tanya besar di tengah publik.
Upaya konfirmasi yang dilakukan Arema.News melalui pesan WhatsApp kepada pihak manajemen PT BAS pada Kamis (28/5/2026), hingga berita ini diterbitkan tidak mendapat tanggapan maupun klarifikasi resmi. Pesan yang dikirim diketahui telah masuk, namun pihak perusahaan memilih diam tanpa memberikan jawaban sedikit pun.
Sikap bungkam tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terlebih persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang sebelumnya dikeluhkan warga hingga memicu inspeksi mendadak (sidak) DPRD Bengkulu Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sampai saat ini belum menunjukkan kejelasan.
Masyarakat menilai sikap diam perusahaan justru memperkuat dugaan adanya persoalan serius yang belum terselesaikan. Sebab hingga kini, berbagai keluhan terkait bau menyengat, debu hitam, suara bising, hingga dugaan limbah yang berdampak terhadap lingkungan masih menjadi keresahan warga desa penyangga di sekitar perusahaan.
“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus bungkam saat dikonfirmasi? Masyarakat hanya ingin kejelasan,” ungkap salah seorang warga.
Di satu sisi masyarakat menunggu tindakan nyata dari DPRD dan pemerintah daerah, sementara di sisi lain pihak perusahaan justru memilih bungkam.
“Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran.Keluhan warga sudah lama disampaikan, sidak sudah dilakukan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat berharap PT BAS segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik serta menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian warga sekitar perusahaan. (M. Effendi)













