banner 728x250

Respons Cepat Polres Kepahiang dan Instansi Terkait Tangani Keluhan Kesehatan Siswa Penerima MBG

Kepahiang ||Arema.News – Jajaran Polres Kepahiang bersama Dinas Kesehatan, pihak Puskesmas, sekolah, penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta sejumlah instansi terkait bergerak cepat menindaklanjuti adanya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa, guru, dan penjaga sekolah di SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan program MBG, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16 orang mengalami keluhan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kelobak serta Puskesmas Pasar Kepahiang. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, sebagian besar pasien dilaporkan telah membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Menyikapi kejadian tersebut, Kapolres Kepahiang langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat dan terukur. Langkah tersebut meliputi koordinasi dengan fasilitas kesehatan, pengumpulan keterangan dari pihak sekolah dan penyelenggara program, hingga pemantauan perkembangan kondisi para pasien guna memastikan seluruh proses berjalan optimal.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ihsan Nur, S.I.K., menegaskan bahwa penanganan peristiwa ini dilakukan secara profesional, transparan, dan melibatkan berbagai instansi terkait agar fakta yang sebenarnya dapat diketahui secara objektif.

“Polda Bengkulu melalui Polres Kepahiang saat ini terus melakukan monitoring dan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan tepat. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium dari pihak yang berwenang. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dikeluarkan,” ujar Kombes Pol. Ihsan Nur.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan dan verifikasi, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk dilakukan pengujian laboratorium oleh instansi yang berwenang. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Polda Bengkulu juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua siswa, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang tidak akurat.

Polda Bengkulu bersama Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, BPOM, serta seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mengawal perkembangan situasi dan memastikan informasi terbaru disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sesuai hasil pemeriksaan yang diperoleh.

PEWARTA : M.EFFENDI

SUMBER : (HUMAS POLDA BENGKULU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *