Reporter : M. Effendi
Arema.News | Bengkulu Utara – Warga Desa Air Lakok, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas pada Jumat, 9 Mei 2025 sekitar pukul 16.22 WIB. Mayat tersebut ditemukan di area hutan yang berada sekitar satu kilometer dari bibir pantai desa tersebut.
Penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun setempat, Sdr. Antok (38), yang mendapat informasi dari warga yang sedang menjaring ikan. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Batik Nau segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Batik Nau memasang garis polisi (police line) guna mengamankan area. Mengingat medan yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat, evakuasi jenazah dilakukan secara manual dengan dipikul oleh petugas bersama warga.
Sekitar pukul 17.25 WIB, personel Polsek Batik Nau dibantu oleh Tim Identifikasi Polres Bengkulu Utara serta anggota Reskrim melaksanakan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lagita, Kecamatan Ketahun, untuk dilakukan visum oleh tim medis.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh dokter piket RS Lagita, dr. Vena, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau dugaan kriminalitas pada tubuh jenazah.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Eko Munarianto. S.I.K melalui Kasie Humas Polres Bengkulu Utara, IPTU Eri Andra,menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan penyebab pasti kematian korban.
“Saat ini identitas korban masih belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen atau petunjuk identitas di TKP. Kami terus melakukan pendalaman dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap asal-usul serta penyebab pasti kematian korban,” ujar IPTU Eri Andra.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa situasi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait kasus ini agar segera menghubungi pihak kepolisian,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi dan penyelidikan masih berlangsung.













