banner 728x250

Batik ChaCha Mentari Tebar Pesona di Ajang “Persit Bisa 2” Jakarta

BENGKULU || Arema.News – UMKM Batik ChaCha Mentari binaan Persit Kodim 0409/Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sukses mencuri perhatian dalam ajang “Persit Bisa 2” yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Program Persit Bisa merupakan inisiatif Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) dalam memberdayakan istri prajurit TNI AD agar lebih kreatif, mandiri, dan produktif melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kegiatan tersebut, Batik ChaCha Mentari dipercaya mewakili Korem Bengkulu untuk menampilkan produk batik khas Rejang Lebong bermotif Kaganga. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari peserta maupun tamu undangan yang hadir.

Rangkaian acara hari kedua diawali dengan penayangan video dokumentasi kegiatan Persit Bisa hari pertama yang menampilkan semangat kebersamaan dan kreativitas para peserta. Suasana semakin semarak saat diputar video “Journey” karya anggota Persit, termasuk perjalanan UMKM Batik ChaCha Mentari dalam mengembangkan batik lokal khas Bengkulu.

Video tersebut menampilkan proses kreatif, dedikasi para pengrajin, hingga hasil karya unggulan yang mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Tidak hanya kualitas visualnya, pesan tentang peran perempuan dalam melestarikan budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif turut menjadi perhatian.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana batik Lasem dan kain tapis Lampung dari Kodam II/Sriwijaya. Penampilan para model, termasuk Ibu Pangdam, Ibu Asti Kristomei, berhasil memukau hadirin dengan perpaduan busana tradisional bernuansa modern.

Selain fashion show, kegiatan juga diisi talkshow bertema “Cara Tampil Menarik dengan Wastra Nusantara” yang membahas cara memadukan busana tradisional agar tetap elegan dan relevan di berbagai kesempatan.

Talkshow lainnya mengangkat tema pemanfaatan layanan digital perbankan dalam pengembangan UMKM. Dalam sesi itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, perluasan pasar, hingga peningkatan daya saing usaha di era digital.

Pada sesi siang, panggung kembali diramaikan dengan fashion show bertema Nusantara yang menampilkan ragam wastra dari berbagai daerah di Indonesia. Puncaknya, kolaborasi batik Mega Mendung, Sengkang, dan Juntai sukses memikat perhatian penonton lewat perpaduan motif yang unik dan harmonis.

Tak hanya di atas panggung, antusiasme pengunjung juga terlihat di booth Batik ChaCha Mentari. Berbagai produk batik, termasuk kemeja batik pria khas Rejang Lebong, ramai diminati pengunjung.

“Pada hari kedua ini, energi positif semakin terasa. Sejak pagi, booth sudah ramai dikunjungi peserta yang tertarik dengan ragam batik yang dipamerkan. Booth ini tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang interaksi budaya,” ujar Ratih Agung, Ketua Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Ratih, banyak pengunjung yang antusias berdialog mengenai filosofi motif batik hingga mencoba langsung kain dan kemeja yang dipamerkan.

“Transaksi yang terus berlangsung menjadi bukti bahwa minat terhadap batik lokal masih sangat tinggi. Lebih dari itu, booth ini menjadi simbol kecintaan terhadap budaya Indonesia,” tambahnya.

Berawal dari Teras Rumah

Batik ChaCha Mentari lahir dari ketekunan Ely Susianti dalam membimbing ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya untuk membatik motif khas Rejang Lebong, yakni Kaganga.

Sebagai anggota Persit Kodim 0409/Rejang Lebong dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Ely tetap aktif mendampingi suaminya, Mayor Inf Asri Wuri Hendra Dewa yang menjabat Kasdim, sembari mengembangkan UMKM batik tersebut.

Bersama para perempuan binaannya, Ely membangun UMKM Batik ChaCha Mentari yang kini mampu memproduksi 10 hingga 30 helai kain batik setiap bulan.

Melalui kegiatan membatik yang dilakukan di teras rumah, para ibu rumah tangga diajarkan mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain. Perlahan, hasil karya mereka mulai dikenal dan mendapat pesanan, khususnya dari wilayah Bengkulu.

Ely mengatakan, program Persit Bisa menjadi bukti komitmen Persit KCK dalam mendukung anggotanya untuk terus berkembang dan mandiri melalui pemberdayaan UMKM.

“Dukungan dari pembina dan Ketua Persit sangat besar, mulai dari pendampingan usaha hingga pemberian ruang promosi melalui berbagai kegiatan organisasi,” jelas Ely.

Ia berharap, keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam Persit Bisa 2 dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Rejang Lebong secara lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para ibu rumah tangga yang terlibat.

“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkembang. Mari bersama mendukung UMKM sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian nasional,” tutup Ely optimistis.

PEWARTA : M.Effendi

SUMBER : KODIM 0423 Bengkulu Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *