banner 728x250

Di Tengah Ekonomi Lesu, Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha Kian Melonjak

Bengkulu Utara||Arema.News -Menjelang H-1 Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Purwodadi mengalami lonjakan signifikan. Meski stok kebutuhan pokok dipastikan masih aman dan tidak terjadi kelangkaan, kenaikan harga membuat para ibu rumah tangga mengeluh lantaran pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.

Pantauan di pasar tradisional terbesar di Arga Makmur tersebut, Rabu (26/5/2026), aktivitas masyarakat tampak meningkat dibanding hari biasa. Warga mulai berburu kebutuhan untuk persiapan Idul Adha, mulai dari bumbu dapur, sayuran, buah-buahan hingga kebutuhan konsumsi lainnya.

Namun di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, harga sejumlah komoditas justru ikut meroket. Cabai merah keriting yang sebelumnya berkisar Rp60 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga ayam potong, bawang, tomat, kentang serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat berbelanja mengaku kondisi tersebut sangat memberatkan masyarakat kecil, terlebih menjelang hari raya yang biasanya membutuhkan pengeluaran lebih besar dari hari biasa.

“Barang memang masih ada dan tidak langka, tapi harga sekarang naik hampir semua. Mau belanja jadi serba dihitung karena uang belanja makin terasa kurang, apalagi menjelang Idul Adha kebutuhan rumah tangga pasti lebih banyak,” ujarnya.

Beberapa pemerhati dan tokoh masyarakat menilai kondisi tersebut diduga berkaitan dengan melemahnya perputaran ekonomi masyarakat. Mereka menyebut anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi penopang ekonomi warga Bengkulu Utara turut berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga dinilai ikut mempengaruhi perputaran uang di daerah sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi sekuat sebelumnya.

“Ketika harga sawit turun drastis dan perputaran anggaran ikut melambat, dampaknya tentu terasa ke masyarakat. Daya beli melemah, sementara harga kebutuhan pokok justru naik menjelang hari besar keagamaan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan harga di pasar serta mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok agar tidak semakin memberatkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha. (Dinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *