banner 728x250

Harga Sawit Anjlok Drastis, Petani Bengkulu Utara Menjerit

Bengkulu Utara || Arema.News -Petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara mulai menjerit. Pasalnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam kurun waktu tiga hari terakhir terus mengalami penurunan drastis. Dari harga awal Rp2.940 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp2.640 dan hari ini kembali anjlok hingga berada di angka Rp2.040 per kilogram.

Kondisi ini membuat para petani semakin terpukul ditengah himpitan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang sulit. Dampak efisiensi anggaran yang berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat, kini diperparah dengan terjun bebasnya harga sawit yang selama ini menjadi sektor utama penopang perekonomian masyarakat Bengkulu Utara.

Seorang petani sawit Bengkulu Utara, Sarkawi yang diketahui menjabat selaku kepala desa di salah satu desa di kecamatan Air Besi kabupaten Bengkulu Utara ini mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya penurunan harga yang terjadi begitu cepat membuat petani kesulitan menutupi biaya operasional kebun maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Baru beberapa hari lalu harga masih hampir tiga ribu, sekarang sudah turun jadi dua ribu lebih sedikit. Kami ini hidup dari sawit, kalau harga terus turun begini masyarakat bisa makin susah. Biaya pupuk mahal, kebutuhan hidup juga tinggi,” ujarnya, Kamis (22/5/2026).

Ia juga mengatakan selama ini sektor perkebunan sawit menjadi penyangga utama ekonomi masyarakat di Bengkulu Utara. Ketika harga sawit stabil, aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak, mulai dari pedagang kecil, jasa angkutan hingga pelaku UMKM turut merasakan dampaknya.

Namun jika harga TBS terus mengalami penurunan setiap hari, masyarakat khawatir roda perekonomian di Bengkulu Utara akan semakin memburuk. Para petani berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar kondisi ini dapat segera diatasi.

Mereka meminta adanya langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sawit agar para petani tidak terus merugi dan ekonomi masyarakat tetap bertahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapati keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab anjloknya harga sawit yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.(M. Effendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *