banner 728x250

Lawan TBC ! Pemdes Kali Gelar Penyuluhan Guna Edukasi Kesehatan Untuk Masyarakat.

Dokumentasi Kepala Desa Kali Fusi Utama Bersama Narasumber Kegiatan Pelatihan/Penyuluhan Penyakit Menular (8/5/2025)

Reporter : M. Effendi

Arema.News | Arma Jaya – Pemerintah Desa Kali, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, menggelar kegiatan penyuluhan dan pelatihan di bidang kesehatan dengan fokus pada penyakit menular Tuberkulosis (TBC), Kamis (8/5/2025). Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Kali dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Arma Jaya, Evri Yoga Families, SH; Kepala Puskesmas Kemumu, Royanti Simajuntak, S.St; Bhabinkamtibmas; perangkat desa, anggota BPD, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat yang diundang khusus dalam kegiatan ini.

Kepala Desa Kali, Fusi Utama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program edukatif yang didanai oleh Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat serta memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan penyakit menular seperti TBC.

“Kegiatan ini kami anggarkan melalui Dana Desa tahun 2025. Kami hadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kepala Puskesmas Kemumu. Harapan saya, masyarakat bisa menyimak dengan baik seluruh materi yang disampaikan,” ujar Fusi Utama.

Dokumentasi kegiatan pelatihan / Penyuluhan Penyakit Menular Desa Kali (8/5/2025)

Sementara itu, Plt. Camat Arma Jaya, Evri Yoga Families, SH, menekankan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang rentan tersebar di tengah masyarakat. Ia berharap melalui penyuluhan ini, warga lebih waspada terhadap gejala dan cara penularannya.

“TBC adalah penyakit yang mudah menjangkiti masyarakat, terutama di lingkungan dengan sanitasi buruk. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tahu cara mencegah dan mengobatinya,” imbuhnya.

Narasumber utama dalam kegiatan ini, Kepala Puskesmas Kemumu Royanti Simajuntak, S.St, memaparkan bahwa TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala TBC antara lain batuk berkepanjangan (terkadang disertai darah), penurunan berat badan, demam, serta berkeringat di malam hari. Menurut Royanti, pencegahan lebih efektif dilakukan sejak dini, salah satunya melalui imunisasi BCG pada balita.

Ia juga menyampaikan beberapa langkah penting untuk mencegah penularan TBC:

1. Menutup mulut saat batuk, bersin, atau tertawa.

2. Menggunakan tisu dan segera membuangnya setelah digunakan.

3. Tidak membuang dahak sembarangan.

4. Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah dengan membuka pintu dan jendela secara rutin.

5. Menghindari tidur sekamar dengan penderita TBC hingga dinyatakan tidak menular oleh dokter.

Dengan edukasi yang menyeluruh dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kasus TBC di wilayah Arma Jaya dapat ditekan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *