BENGKULU || Arema.News – Ratusan massa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat di Provinsi Bengkulu memadati kawasan depan Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (13/5/2026). Mereka mendesak Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, segera menonaktifkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, yang belakangan menjadi sorotan publik akibat dugaan skandal asusila.
Aksi demonstrasi berlangsung panas namun tetap terkendali. Sebelum bergerak menuju kantor gubernur, massa lebih dulu berkumpul di kawasan Masjid Baitul Izzah. Dari titik tersebut, ratusan peserta melakukan long march sambil membawa spanduk dan poster berisi kritik keras serta tuntutan terhadap dugaan skandal yang menyeret nama pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Sepanjang perjalanan menuju kantor gubernur, aparat kepolisian tampak melakukan pengawalan ketat guna mengantisipasi gangguan keamanan dan kemacetan arus lalu lintas.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa dugaan skandal asusila yang menyeret pejabat publik bukan persoalan pribadi semata, melainkan telah menyangkut marwah pemerintahan, nama baik daerah, serta kehormatan masyarakat Provinsi Bengkulu.
“Satu misi kami hari ini, copot Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu. Gubernur harus bersikap tegas dan jangan membiarkan polemik ini terus menjadi konsumsi publik,” tegas Tommy Febrizky (Lidah Perak) salah satu Orator Aksi.
Para demonstran juga menyoroti isu dugaan perselingkuhan yang disebut-sebut telah berkembang sejak tahun 2022 dan hingga kini terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Mereka menilai Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak boleh tinggal diam terhadap isu yang dinilai telah mencoreng citra pemerintahan daerah.
Selain mendesak pencopotan jabatan, massa juga meminta Pemprov Bengkulu segera membentuk tim pencari fakta guna mengusut kebenaran dugaan skandal tersebut secara transparan dan objektif.
“Ini bukan isu kecil. Kalau benar terjadi, maka integritas pejabat publik dipertaruhkan. Pemerintah harus berani mengambil langkah tegas demi menjaga wibawa pemerintahan,” ujar salah satu orator aksi Tommy Febrizky.
Aksi demonstrasi berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Massa juga mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. (M.Effendi)













